Drawdown & Risk of Ruin: Cara Trader Bangkrut (dan Cara Menghindarinya)
Pada fase sebelumnya kita sudah membahas bahwa Money Management adalah fondasi utama. Tanpa kontrol risiko, bahkan sistem terbaik sekalipun pada akhirnya akan runtuh. Di seri ini kita masuk lebih dalam ke dua konsep yang sangat menentukan umur seorang trader: Drawdown dan Risk of Ruin. Inilah titik di mana banyak trader sebenarnya “bangkrut”, bukan karena tidak bisa profit — tetapi karena tidak mampu bertahan.
Artikel ini penting, terutama bagi trader baru, karena kenyataannya kebanyakan trader gagal bukan karena salah entry, melainkan salah mengelola risiko.
Apa itu Drawdown?
Drawdown (DD) adalah penurunan nilai akun dari puncak (peak) ke titik terendah berikutnya.
Contoh sederhana:
-
Modal awal: 100 juta
-
Naik jadi: 120 juta → ini disebut equity peak
-
Turun ke: 90 juta → berarti terjadi drawdown 25%
Banyak trader hanya fokus pada profit, tapi trader profesional selalu melihat seberapa dalam drawdown sistem mereka. Karena profit bisa kembali, tapi drawdown besar merusak psikologi dan memperbesar risiko kehancuran akun.
Kenapa Drawdown Berbahaya?
-
Recovery semakin sulit
Loss 10% butuh profit 11% untuk kembali.
Loss 30% butuh profit 43%.
Loss 50% butuh profit 100%. -
Tekanan psikologis meningkat
Semakin dalam drawdown → semakin besar rasa takut → keputusan makin emosional. -
Trader mulai melanggar sistem
Geser stop loss, overtrade, revenge trading — ini biasanya terjadi saat DD dalam.
Karena itu dalam framework trading profesional, tujuan pertama bukan profit — tapi menjaga drawdown tetap terkendali.
Risk of Ruin — Jalan Menuju Kehancuran
Jika drawdown adalah “luka”, maka Risk of Ruin (RoR) adalah “kematian akun”.
Risk of Ruin adalah probabilitas akun trading mencapai titik di mana modal tidak cukup lagi untuk melanjutkan trading secara normal.
Biasanya terjadi karena:
-
Risk per trade terlalu besar
-
Loss berturut-turut tidak diantisipasi
-
Tidak ada batas Maximum Drawdown
-
Tidak disiplin stop loss
-
Averaging down saat loss
Secara matematis, bahkan sistem yang profitable bisa bangkrut jika risk terlalu besar.
Contoh:
-
Sistem win rate 50% (normal)
-
Risk 10% per trade
-
7 loss beruntun → akun tersisa ±48%
-
Psikologi hancur, sizing kacau → kemungkinan ruin sangat besar
Bandingkan jika risk hanya 1% per trade:
-
7 loss beruntun → akun masih ±93%
-
Trader masih stabil, sistem masih bisa jalan
Inilah kenapa dalam catatan sistem profesional: Risk ≤1% per trade.
Tujuannya bukan mempercepat kaya — tapi menghindari kematian akun.
Drawdown Tidak Bisa Dihindari — Tapi Bisa Dikontrol
Semua sistem trading pasti mengalami drawdown. Bahkan sistem terbaik dunia pun tidak pernah “smooth”. Yang membedakan trader profesional dan amatir adalah:
Amatir mencoba menghindari loss.
Profesional mengendalikan loss.
Beberapa prinsip penting dari sistem berbasis risiko:
1. Terima Loss sebagai Biaya Bisnis
Trading bukan tentang selalu benar, tapi tentang mengelola kesalahan kecil agar tidak menjadi kehancuran besar.
Small loss = normal
Big loss = sistem rusak
2. Batasi Risk per Trade
Risk kecil menjaga drawdown tetap dangkal dan memberi ruang sistem untuk bekerja dalam jangka panjang.
3. Hindari Averaging Down dalam Kondisi Loss
Menambah posisi saat salah arah memperbesar drawdown secara eksponensial. Banyak akun hancur bukan karena entry salah — tapi karena tidak mau mengakui salah.
4. Batasi Parallel Position
Terlalu banyak posisi terbuka = akumulasi risk tersembunyi. Sistem profesional selalu mengontrol total exposure terhadap modal.
5. Kenali Maximum Drawdown Sistem
Setiap sistem punya “karakter”. Dengan backtest dan data historis, trader bisa mengetahui batas drawdown normal. Ini penting agar tidak panik saat sistem sedang dalam fase buruk.
Hubungan Drawdown dan Psikologi Trader
Banyak trader berpikir masalah mereka adalah strategi — padahal sebenarnya psikologi di bawah tekanan risiko.
Saat drawdown terjadi:
-
Trader mulai ragu pada sistem
-
Mengubah rule di tengah jalan
-
Mengejar loss
-
Menolak cut loss
-
Overtrade
Padahal seringkali sistem masih valid — hanya sedang dalam fase statistik yang normal.
Karena itu dalam pendekatan sistem profesional:
Stabilitas psikologi dibangun dari kontrol risiko — bukan dari profit.
Trader yang risk kecil akan tetap tenang saat loss.
Trader yang risk besar akan panik bahkan saat sistem masih benar.
Sistem Profesional Selalu Berbasis Probabilitas
Tidak ada sistem dengan win rate 100%. Bahkan sistem dengan edge kuat tetap memiliki:
-
Losing streak
-
Drawdown period
-
Fase sideways
-
Fase underperformance
Trader mandiri memahami bahwa loss beruntun bukan kegagalan — tapi bagian dari distribusi probabilitas.
Yang berbahaya bukan loss — tapi:
-
Loss besar
-
Loss tak terkendali
-
Loss karena melanggar sistem
Cara Praktis Mengendalikan Drawdown
Beberapa langkah yang digunakan dalam sistem trading berbasis data:
-
Tetapkan Risk Tetap per Trade (misal 1%)
-
Gunakan Stop Loss yang jelas sebelum entry
-
Tracking Equity Curve untuk melihat kondisi sistem
-
Tentukan Max Drawdown pribadi (misal 15–20%)
-
Jika DD mendekati batas → kurangi size / evaluasi
-
Jangan ubah sistem hanya karena fase loss pendek
Pendekatan ini membuat trading menjadi proses terukur, bukan reaksi emosional.
Peran Data dalam Mengendalikan Drawdown
Trader yang tidak menggunakan data biasanya:
-
Tidak tahu drawdown normal sistem
-
Tidak tahu win/loss distribution
-
Tidak tahu risk sebenarnya
-
Trading berdasarkan perasaan
Sebaliknya, trader berbasis data dapat:
-
Mengukur MDD historis
-
Menghitung Risk of Ruin
-
Mengetahui ukuran posisi optimal
-
Menilai apakah sistem masih valid
Inilah alasan mengapa dalam perjalanan menjadi trader mandiri, data bukan pelengkap — tetapi fondasi keputusan.
Kesimpulan — Bertahan Lebih Penting dari Menang
Dalam dunia trading, yang bertahan lama bukan yang paling cepat profit — tapi yang paling mampu mengendalikan risiko.
Drawdown pasti terjadi.
Loss beruntun pasti ada.
Fase buruk pasti datang.
Namun akun hanya hancur jika:
-
Risk terlalu besar
-
Loss dibiarkan membesar
-
Sistem dilanggar
-
Psikologi runtuh
Trader mandiri memahami satu prinsip penting:
Tujuan pertama trading adalah bertahan hidup.
Profit adalah hasil dari sistem yang bertahan.